Sabtu, 30 November 2019

10 Merk Bola Basket Terbaik Yang Dapat Anda Temukan Di Toko Olahraga Ilotte


Permainan bola basket ini tidak hanya popular di Amerika Serikat, namun juga di Indonesia. Indonesia sendiri telah memiliki beberapa kali kompetisi bergengsi yang diselenggarakan setiap tahunnya, dengan nama Indonesian Basketball League (IBL). Instrumen penting untuk cabang olahraga ini adalah bola yang digunakan. Khusus untuk cabang olahraga basket, yang bolanya memiliki ukuran sesuai peratura dengan diameter 75-78 cm dan berat sekitar 600-650 gram. Bagi kamu yang sedang mencari bola basket untuk bermain basket, berikut kami akan sajikan rekomendasi bola basket pilihan dari berbagai merek.

1. Molten GG7X
Merek bola basket yang telah menjadi official basket ball dari Federation Internationale de Basketball (FIBA) ini memiliki desain 12 panel berbahan rubber compound dan leather composite. Ukurannya sendiri yang disediakan adalah ukuran standar bola basket profesional yaitu nomor 7. Bola ini sudah dirancang khusus sedemikian rupa agar dapat dikontrol dengan baik dan presisi ketika ditembak.

2. Spalding TF1000
Spalding TF-1000 dibuat dari lapisan penutup microfiber ZK dengan ukuran resmi 29,5 inci yang dapat menunjang kompetisi pertandingan khusus untuk di dalam ruangan. Selain itu, bantalan yang responsif sangat cocok untuk digunakan untuk pertandingan antar sekolah atau universitas. Bola ini juga tahan lama karena menggunakan jahitan dari benang nylon agar tidak cepat lonjong.

3. Champs Sweat Absorb 3000
Bola ini dirancang khusus untuk menyerap keringat, sehingga tidak membuat bola mudah selip atau terlepas dari genggaman saat dimainkan. Lapisan luarnya menggunakan bahan komposit dengan permukaan grip yang maksimal agar mudah saat dikontrol dan ditembakkan serta presisi ketika dilantunkan. Selain itu, bola ini dapat dimainkan di dalam dan luar ruangan.

4. Proteam Titanium Size 6
Berbeda dengan ukuran bola basket pada umumnya, Proteam Titanium memproduksi seri ukuran 6 yang cocok digunakan untuk remaja muda dikarenakan ukurannya yang lebih kecil dan ringan. Wajar, karena bola ini memang ditujukan untuk digunakan di kompetisi lokal DBL khusus pelajar SMP. Dengan bahan yang lebih empuk dan lembut, pantulan bola ini dapat membantu pemain untuk menghasilkan performa maksimal baik saat dilantunkan atau ditembak.

5. Mikasa Flying Ace
Seri Flying Ace dari Mikasa sendiri merupakan bola basket yang telah diakui oleh Internasional. Bola ini memiliki perpaduan desain yang inovatif dengan menggabungkan lapisan luar premium composite leather yang berstruktur kerikil sehingga dapat memberikan kontrol dan performa maksimal saat melakukan shoot dan passing di pertandingan. Warnanya juga dibuat lebih cerah dan memantulkan cahaya agar visibilitas pemain meningkat.

6. Nike Hyper Grip 4P07
Siapa yang tidak pernah mendengar merek Nike? Perusahaan yang terkenal dengan produksi barang olahraga premium turut meramaikan pasar bola basket. Seri Hyper Grip didesain dengan material 86% berbahan karet dan 14% kulit sintetis untuk ketahanan yang lebih baik saat dimainkan terus menerus. Selain itu, lapisan luarnya memberikan kemudahan ketika dikontrol untuk meningkatkan akurasi operan dan tembakan.

7. Lining B8000
Perusahaan peralatan olahraga asal China yaitu Li-Ning tak ingin ketinggalan di dunia basket. Mereka telah memproduksi bola basket berkualitas dengan nama seri Li-Ning B8000. Bobotnya 500 gram dan terbuat dari bahan polyurethane yang memiliki ketahanan tinggi baik digunakan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Produk ini sudah teruji ketangguhannya karena digunakan di kompetisi basket resmi Indonesia, dalam National Basketball League (NBL).

8. Pro Court PX-100
Jika kamu hanya ingin bermain basket hanya untuk bersenang-senang dan tidak ingin meroggoh kocek dalam-dalam. Kamu dapat mencoba membeli Pro Court PX-100. Dengan kualitas yang memadai, kamu sudah dapat bermain santai di dalam ruangan atau luar ruangan bersama dengan teman-temanmu. Bola ini memantul dengan baik, berkualitas tinggi, dan memiliki permukaan yang mendukung grip dengan baik.

9. Tachikara TC2000
Tachikara merupakan merek ternama asal Negeri Sakura yang telah berdiri sejak 1915. Kali ini melalui bola basket dengan seri TC2000, Perusahaan Tachikara memproduksi bola berkualitas khusus untuk menemani latihan rutinmu untuk mempertajam keterampilan bermain basket kamu. Dengan material PVC leather yang pastinya berbahan empuk dan lembut serta berpanel, bola ini sangatlah cocok untuk digunakaan saat berlatih dasar-dasar permainan seperti halnya dribble, lalu passing, dan juga shoot.

10. Spalding NBA 4Her
Bagi kaum hawa yang ingin bermain dan mendalami cabang olahraga ini, bola dari Spalding ini cocok untuk kamu gunakan untuk latihan maupun saat bertanding. Khusus diproduksi dan didesain untuk wanita, seri NBA 4Her dapat dimainkan dilapangan outdoor. Dilengkapi dengan slogan NBA 4 Her yang bertujuan untuk menghilangkan diskriminasi perempuan dari olahraga ini. Tersedia dalam warna-warna yang nyentrik agar terlihat menonjol dan membantu penglihatan pemain.

Cara Memilih Bola Basket
Selain kerjasama tim dan teknik bermain, pemilihan bola yang diperebutkan ini juga sangat menentukan jalan pertandingan.  Maka dari itu, sebelum menentukan jenis dan juga merek bola basket yang akan dimainkan, alangkah baiknya kamu mempertimbangkan beberapa tips yang telah kami siapkan di bawah ini.

Pilih Ukuran Diameter Bola Basket Sesuai Kebutuhan
Umumnnya terdapat tiga jenis diameter ukuran bola basket yang masing-masing memiliki berat yang berbeda. Pertama ada nomor 5 yang merupakan ukuran terkecil dan biasanya diperuntukkan untuk siswa/i Sekolah Dasar. Berikutnya nomor 6 yang ditujukan kepada perempuan, siswa/I SMP dan siswi SMA. Terakhir adalah nomor  7 merupakan ukuran standar bola basket dan banyak digunakan oleh pria dewasa dan tingkat profesional.

Bahan Bola Basket
Bola basket berbahan kulit asli umumnya ditujukan untuk pertandingan tingkat profesional dan memiliki harga yang relatif mahal. Sedangkan bola berbahan PU Leather atau yang terbuat dari kulit sintetis lebih banyak digemari karena harga yang cukup terjangkau dan sudah berkualitas bagus. Bahan lainn yang juga menggunakan kulit sintetik adalah PVC. Bola berbahan ini banyak ditemui dipasaran dikarenakan harga yang lebih murah dan awet saat dimainkan di luar ruangan.

Mencoba Menggenggam Dan Melantunkan Bola
Jika kamu memiliki kesempatan untuk mencoba memegang fisik bola sebelum membeli, kamu dapat melakukan pengecekan sederhana dengan mencoba genggaman dan kenyamanan pantulan bola ketika dilantunkan. Bola dengan kualitas yang baik umumnya dapat dengan mudah dipantulkan dan dikontrol ketika dilantunkan.

Cara Memegang Dan Menggiring Bola Basket
Dalam bermain permainan ini, memegang dan melantunkan / menggiring (dribble) bola yang benar merupakan teknik paling dasar dan penting agar dapat bekerjasama dengan rekan satu tim untuk memenangkan pertandingan. Bagi kamu yang pemula, berikut adalah cara memegang dan melantunkan bola yang dapat kamu ikuti untuk dipraktekan saat latihan nanti. 

Beli Bola Basket di Toko Olahraga Ilotte
Semua jenis dan Merk dengan Bola Basket berkualitas diatas bisa anda temukan dan anda beli di toko peralatan olahraga ilotte, rasakan gaya Nge-Mall digital hanya dengan menggunakan Smartphone kalian.
Share:

Sabtu, 16 November 2019

Yuk Kenali Apa Itu Traditional Procurement?


Procurement adalah sebuah kata yang memiliki arti pengadaan. Jadi, dapat diartikan jika procurement merupakan suatu proses kegiatan menerima dan membeli barang atau jasa.  Proses tersebut dapat dimulai dari tahap persiapan barang atau jasa yang ingin dibeli hingga persetujuan dan pembayaran ke pihak ketiga. Ada beberapa jenis procurement yang umum digunakan, salah satunya yakni traditional procurement. Untuk itu, simak ulasannya berikut ini.

Yang Harus Anda Ketahui Tentang Traditional Procurement

1. Pengertian Traditional Procurement
Traditional procurement merupakan salah satu jenis yang bersifat konvensional. Melalui jenis ini, proses pengadaan akan dilakukan secara manual, mulai dari pencarian produk dan harga hingga kontak vendor. Selain itu, persetujuan dokumen pun juga akan masih dilakukan dengan cara yang manual. Sedangkan pada sistem pembayarannya pun dilakukan di awal. Serta, pada traditional procurement ini rentan terjadi pengiriman yang tidak terkontrol.

2. Karakteristik Dari Traditional Procurement
Karakteristik yang perlu anda ketahui mengenai traditional procurement adalah proses tahap desain dan konstruksinya dilakukan secara terpisah dan berurutan. Disini, owner akan menugaskan konsultan desain untuk menghasilkan desain dan dokumen yang lengkap. Untuk itu, tentunya owner memiliki kontrol yang lebih besar terhadap desain ataupun spesifikasi dan mutu serta alternatif dari biaya pengeluaran berdasarkan yang telah di desain oleh konsultan desain.
Selain itu, kerangka kontrak pada jenis ini, biasanya telah ditetapkan pada proses awal, termasuk dengan kerangka Bill of Quantity (BOQ). Dalam hal ini, pada umumnya ketentuan dalam jenis traditional procurement akan membuat owner harus menunjuk konsultan yang profesional untuk bertindak sebagai konsultan manajemen konstruksi yang independen. Selain itu, jangka waktu yang terikat pada kontrak dokumen, hanya konsultan MK saja yang bisa melakukan revisi dan penyesuaian.

3. Keuntungan Dari Sistem Traditional Procurement
Keuntungan dari jenis traditional procurement adalah konsultan dapat memberikan pendapat kepada owner mengenai desain dan masukan atas biaya pengeluaran yang dibutuhkan untuk pembangunan secara independen. Tak hanya itu saja, owner pun bisa mendapatkan kepastian dari desain dan perkiraan biaya yang lebih baik sebelum penandatanganan kontrak. Serta penunjukan kontraktor juga dapat dilakukan dengan proses tender yang sangat kompetitif.

4. Kekurangan Dari Sistem Traditional Procurement
Setelah membahas kelebihannya, pastinya juga terdapat kekurangan dari sistem ini, diantaranya adalah seperti pengerjaanya akan membutuhkan jangka waktu ynag lama. Dalam tahapan atau proses desain konstruksi biasanya harus berurutan dan tidak dapat berlangsung secara paralel atau bersamaan. Sehingga satu pekerjaan harus diselesaikan dulu sebelum dapat melangkah ke proses selanjutnya.
Tak hanya itu, kontraktor juga tidak dapat terlibat atau memiliki keterlibatan yang kecil dalam proses desain. Sehingga pada kontruksi yang kompleks, bisa saja terjadi resiko yang dapat menimbulkan masalah desain tidak dapat dilaksanakn atau dibangun. Hal itu disebabkan adanya ketidaksinkronan antara teori desain dan sistem penerapan teknolginya saat diterapkan pada kontruksi yang ada.

Selain itu, kekurangan lain dari traditional procurement adalah owner diharuskan untuk memahami dan memastikan kemampuan terkait maslah pembiayaan di awal. Hal ini dikarena keragka Bill of Quantity dan perkiraan besarnya pembiayaan sudah harus terstruktur sejak awal pelaksanaan tender dimulai. Sistem ini juga memiliki resiko terjadinya saling tuding dan menyalahkan antara pihak yang mendesain dan yang membangun pada kemudian hari.
Hal ini nantinya akan berdampak pada owner yang kesulitan untuk menentukan pihak mana yang harus bertanggung jawab pada masalah yang terjadi pada konstruksi. Untuk itu, pada jenis traditional procurement ini pada aplikasinya akan memiliki dampak dan variasi pengembangan yang masing-masingnya nanti akan tergantung pada kebutuhan ownernya.

Share: